Home » , , » Pemkab Sumedang Ingin Tol Cisumdawu Segera Terealisasi

Pemkab Sumedang Ingin Tol Cisumdawu Segera Terealisasi

Gambar hanya sebagai Illustrasi Saja

Pemkab Sumedang berharap ruas Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dapat segera terealisasi.
Rencana pembangunan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi –Sumedang –Dawuan) direncanakan sepanjang 60,11 Km sebagai upaya Pemerintah Pusat dan Propinsi Jawa Barat untuk  pengembangan wilayah Jawa Barat bagian tengah dan timur,  khususnya mendukungPKN Cirebon (Wilayah Jawa Barat bagian Tengah dan Timur,rencana pembanguan Pelabuhan Cirebon dan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka),
terbagi dalam 6(enam) segmen yaitu :
  1. Cileunyi–Tanjungsari : 9,80 Km
  2. Tanjungsari–Sumedang : 17,51 Km
  3. Sumedang-Cimalaka : 3,73  Km
  4. Cimalaka-Legok : 6,96  Km
  5. Legok-Ujungjaya : 16,35 Km
  6. Ujungjaya-Kertajati : 4,00  Km
Kebutuhan lahan untuk tol Cisumdawu dengan asumsi Lebar ruang milik jalan (rumija) + 60m dan panjang + 60,11 km adalah : 360,60 ha, dimana kondisi lahan yang terlewati Tol Cisundawu adalah sebagian besar berupa lahan tegalan/kebun/sawah dan sebagian kecil perkampungan.
Kebijakan pengembangan wilayah Kabupaten Sumedang dalam mendukung Jalan Tol Cisumdawu adalah
  • Pengembangan lokasi  perumahan di daerah Sukasari, Tanjungsari, Pamulihan, Rancakalong dan sebagian Cimanggung
  • Pengembangan kawasan industri di daerah Ujungjaya
  • Pengembangan kawasan pertanian dan pariwisata.

Pasalnya pembangunan ruas tol tersebut sangat menentukan rencana tata ruang ruang wilayah (RTRW) di Kabupaten Sumedang.

"Diharapkan pada 2011 akhir ini sudah memasuki tahap pembangunan fisik di wilayah Tanjungsari-Sumedang, karena pembangunan tol tersebut akan berimbas pada Kabupaten Sumedang terutama untuk penentuan kebijakan Pemkab Sumedang seperti penentuan RTRW," terang Wakil Bupati Sumedang Taufiq Gunawansyah kepada wartawan di kantor PT Jasa Sarana, Jalan Tubagus Ismail Kota Bandung, Kamis (15/9/2011).

Taufiq mengungkapkan, kepastian penyelesaian jalan tol tersebut sangat diperlukan untuk referensi dalam penyusunan RTRW. Sebab pihaknya akan memproyeksikan pembangunan kawasan industri di Ujung Jaya.

"Pembangunan industri di Ujung Jaya sampai saat ini memang belum ada investor yang masuk, menunggu pembangunan jalan tol tersebut selesai. Kami memilih Ujung Jaya sebagai kawasan Industri karena akses tol dan bandara Kertajati sangat dekat dengan kawasan tersebut," ujarnya

Berita Lainnya :


Share Artikel ini :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2014. Media Nurani Sumedang - All Rights Reserved